oleh

Dicky Budiman Dorong Pemerintah Agar Deteksi Dini Covid-19 dengan Jemput Bola

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan pandemi adalah krisis kesehatan masyarakat dan harus direspons dengan bobot utama pada strategi preventif, deteksi dini dan promotif.

Dalam hal ini, Dicky mendorong pemerintah untuk fokus pada preventif yakni upaya 3T (testing, tracing dan treatment), vaksinasi, dan deteksi dini. Khusus deteksi dini perlu dilakukan karena kapasitas testing masih terbatas.

“Apalagi kalau nanti pergerakan setelah Jawa- Bali ini kita akan melihat pergerakan di luar Jawa. Itu harus perlu ada tindakan visitasi ke masyarakat untuk merespons keterbatasan di daerah-daerah yang tidak mempunyai kapasitas testing dengan cara mendeteksi langsung,” kata Dicky pada acara webinar bertajuk “Evaluasi Efektivitas PPKM Darurat dalam Penanganan Pandemi Covid-19” Sabtu (7/8/2021).

Baca Juga  Pelaksanaan Vaksinasi di KRL Wilayah DKI Jakarta Telah Tembus Lebih dari 10.000 Orang

Menurut Dicky, selain preventif, perlu ditingkatkan promotif yakni 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan). Pasalnya, sangat menentukan keberhasilan pengendalian pandemi.

Pada kesempatan ini, Dikcy juga menyoroti keberadaan varian delta menjadi salah satu masalah serius. Varian delta menyebar sangat cepat sehingga pandemi tidak terkendali. Bahkan berpotensi menghasilkan varian baru.

Baca Juga  Rumah Sakit Covid-19 Babel Mulai Beroperasi dengan Fasilitas Lengkap

Oleh karena itu, Dicky menuturkan, arah kebijakan preventif dan promotif dilakukan sejalan sehingga bisa mengendalikan varian yang saat ini termasuk mencegah timbul varian baru yang mengubah kondisi menjadi buruk.

Dicky juga menegaskan, kegiatan preventif dan promotif harus menjadi fokus utama dalam pengendalian kasus. Pasalnya, kebijakan seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) merupakan strategi tambahan dalam penanganan Covid-19 bukan strategi utama.

Baca Juga  Azis Syamsuddin: Evaluasi Sistem Penyimpanan Senjata dan Amunisi Polri dan TNI

“Apabila strategi utama tidak diperkuat, seberapa lama batasan akan terjadi jebakan lockdown atau jebakan pembatasan yang akan membebani dan merugikan kita semua secara sosial ekonomi dan juga politik,” pungkasnya. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed