oleh

Menko Maritim Dorong Pembuatan Vaksin Merah Putih

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, adanya pandemi Covid-19 telah memberikan banyak pelajaran, terutama kurangnya kesiapan Indonesia saat awal pandemi mulai menyerang, antara lain terkait jumlah laboratorium yang sedikit, tenaga kesehatan yang terbatas, serta ketergantungan obat yang menyulitkan penanganan pandemi.

Karenanya, dalam jangka panjang perlu dilakukan reformasi sistem kesehatan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Antara lain melalui pengembangan vaksin untuk berbagai penyakit. Meskipun vaksin tidak bisa 100% mencegah penyakit, namun dalam kasus Covid-19 banyak kematian yang bisa dicegah setelah melakukan vaksinasi.

Baca Juga  Provinsi Babel Menerima Pajak 2.199 T di Tahun 2020

Saat ini vaksin Merah Putih untuk melawan Covid-19 juga tengah dikembangkan di berbagai universitas. Selain itu juga ada upaya pembuatan vaksin dalam negeri oleh beberapa perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya mengapresiasi dan mendorong berbagai upaya tersebut. Ke depannya, selain untuk vaksinasi Covid-19, pengembangan vaksin untuk menyakit lainnya juga akan krusial, mengingat Indonesia sedang dalam tren double burden of diseases, di mana masyarakat terkena ancaman penyakit menular dan juga penyakit tidak menular akibat pola hidup,” kata Luhut dalam webinar “Switching Sunset Industry to Sustainable Biological Vaccine Industry” yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga  Sebanyak 362.000 Dosis Vaksin Pfizer Dialokasikan untuk Masyarakat Kota Bekasi

Beberapa vaksin yang direncanakan akan dibuat oleh Indonesia antara lain tuberculosis atau TBC, typus, hingga vaksin untuk mencegah kanker serviks. Melihat pentingnya vaksin tersebut dan vaksin lainnya untuk masa depan Indonesia, pemerintah Indonesia juga menawarkan berbagai insentif, baik fiskal maupun non fiskal kepada calon investor vaksin di Indonesia.

“Insentif yang kami tawarkan antara lain tax holiday, kemudahan berizin, super tax deduction untuk R&D. Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan Kawasan Industri Batang sebagai kawasan industri farmasi, sehingga perusahaan dapat memproduksi dengan biaya yang lebih rendah,” ungkap Luhut. (*/cr2)

Baca Juga  Polres Bogor Amankan Lima Pelaku Pengerdar Uang Palsu dengan Modur Penggandaan Uang

Sumber: beritasatu.com

News Feed