oleh

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bekuk Pelaku Pembunuhan Hamil Terbungkus Kardus di Cakung

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membekuk seorang pria berinsial AS, pelaku pembunuhan terhadap perempuan hamil yang jasadnya ditemukan terbungkus kardus dan banner, di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Polisi mengungkapkan, AS merupakan pacar korban.

“Penyidik mendalami dan berhasil mengungkap bahwa pelaku pembunuhan ini adalah saudara AS atau pacar korban sendiri,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Kamis (12/8/2021).

Dikatakan Yusri, pengungkapan kasus ini bermula dari ditemukannya jenazah korban tergeletak di pinggir Jalan Raya Bekasi, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (10/8/2021). Korban saat itu terikat tali dan dibungkus kardus serta bekas baliho.

“Ada seseorang yang pada saat itu melihat adanya bungkusan tersebut dan mencurigai. Saksi itu petugas SPBU, pada saat bersihkan jalan itu melihat ada kotak dan setelah dibuka isinya adalah jenazah seorang perempuan yang terikat. Kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas setempat, dicek dan ternyata betul ditemukan perempuan tanpa busana yang diikat dengan tali plastik,” ungkapnya.

Baca Juga  Baqoel Kembali Dipercaya Gojek Sebagai Mitra Penyedia Paket Sembako

Yusri menyampaikan, penyidik kemudian melakukan penyelidikan, memeriksa saksi dan mencari bukti-bukti. Termasuk, mengidentifikasi korban yang belakangan diketahui berinisial M asal Pemalang, Jawa Tengah.

“Kemarin jenazah sudah diambil langsung oleh orangtuanya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan sudah dikebumikan,” katanya.

Menurut Yusri, berdasarkan keterangan saksi-saksi, dicurigai seorang pria yang tinggal bersama korban berinisial AS sebagai pelakunya. Penyidik kemudian menangkap AS. Selain itu, penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini.

“Motif awal bahwa tersangka ini memang sudah memiliki calon wanita atau istri, tapi korban mengaku dia hamil empat bulan sehingga timbul niatan untuk menghabisi si korban ini. Karena si tersangka ini juga ada niatan akan kawin dengan orang lain, tapi selama ini dia tinggal sama-sama (korban),” jelasnya.

Baca Juga  Provinsi Bali Alami Kekurangan 1,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Pemerintah Siap Penuhi

Yusri menuturkan, kronologi pembunuhan itu berawal ketika pelaku melakukan pesanan booking out (BO) fiktif kepada korban melalui telepon selularnya, tanggal 9 Agustus kemarin. Diketahui, korban berprofesi sebagai perempuan penghibur yang bisa diajak keluar alias BO.

“Kemudian setelah melakukan BO fiktif kepada korban, janjian ketemu di halte, di daerah Cakung, Jakarta Timur. Memesan ojek online untuk menjemput korban,” katanya.

Sejurus kemudian, korban dan pelaku bertemu di lokasi. Selanjutnya, pelaku mengajak korban ke tempat sepi dan melakukan penganiayaan. Pelaku menganiaya korban dengan menggunakan tangan kosong. Tak hanya itu, pelaku juga memukul perut dan mencekik leher hingga korban meninggal dunia.

Baca Juga  Dewi Nur Aisyah: Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Alami Penurunan

Terakhir dengan menekan hidung korban hingga meninggal dunia, dan kemudian tersangka meninggalkan korban di dalam semak-semak, disembunyikan dulu,” katanya.

Setelah itu, tambah Yusri, pelaku pulang mengambil kardus dan terpal banner. Pelaku kembali ke lokasi semak-semak tersebut untuk membungkus korban dan mengikatnya dengan tali plastik.

“Setelah dibungkus rapi, kemudian tersangka memesan mobil pick up dan meminta tolong kepada pemilik mobil untuk mengangkat sampah pengakuannya ke daerah Jalan Raya Bekasi. Jarak dari TKP pertama dan TKP terakhir itu sekitar delapan kilometer. Setelah itu ditaruh di TKP, tersangka meninggalkan tempat tersebut,” kata Yusri. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed