oleh

Polrestro Bekasi Tangkap Tiga Tersangka Pelaku Polisi Gadungan

Polrestro Bekasi menangkap tiga tersangka pemerasan di Jalan Raya Pintu Utama Bumi Anggrek, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Modus para pelaku polisi gadungan yang mengaku sebagai anggota Polri dengan menggunakan korek api berbentuk pistol.

Kasatreskrim Polrestro Bekasi, Kompol Rahmad Sujatmiko, komplotan berjumlah enam orang.

“Tiga pelaku yang ditangkap berinisial KM, JM dan YD,” kata Rahmad Sujatmiko, Sabtu (14/8/2021).

Sedangkan, tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran Polisi.

Baca Juga  Hasil Survei LSI: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Jokowi Meluncur di Bawah 50 Persen

“Pelaku pemerasan melakukan aksinya dengan modus berpura-pura sebagai anggota Polri,” imbuhnya.

Saat itu, komplotan pelaku menyasar korban yang sedang duduk di pinggir Jalan Raya Pintu Utama Bumi Anggrek, pada Selasa, 20 April 2021, sekitar pukul 21.30 WIB.

Para pelaku itu datang menghampiri korban menggunakan satu unit mobil. Dua orang pelaku menghampiri korban sambil membawa korek api berbentuk pistol menuduh korban membawa obat Tramadol dan Excimer.

Baca Juga  Pemkot Cilegon Menyerahkan Donasi Penggalangan Dana Ke Kedubes Palestina

Pelaku mengambil sepeda motor korban dan telepon seluler korban. Tak hanya itu, pelaku membawa korban masuk ke mobilnya dan mengikat tangan serta membekap mulut korban dengan lakban. Korban diturunkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangunjaya, Tambun Selatan.

“Ketiga pelaku berhasil diamankan di kediamannya,” ungkapnya.

Dari keterangan para pelaku, komplotan Polisi gadungan ini sudah melakukan perbuatannya sebanyak tujuh kali di wilayah Tambun, Sukawangi dan Cikarang Barat.

Baca Juga  Kasus Positif COVID-19 Naik 322 Orang Di Lebak-Banten

Polisi menyita barang bukti satu korek api berbentuk pistol, dua unit telepon seluler, satu STNK sepeda milik korban, satu kunci kontak, dan dua unit sepeda motor.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed